SIBI Non-TeksManik untuk MenikBacaan

Dwi Rahmawati
Tempat pensil manik milik Uyul menarik perhatian Menik. Ternyata itu buatan mamak Uyul, seorang perajin manik. Menik pun belajar meronce manik bersama Uyul. Saat sedang seru-serunya, tiba-tiba Menik sedih. Uyul dan teman-teman ikut sedih mendengar kabar Menik. Mereka pun menyiapkan cendera mata untuk menghibur Menik. Apa yang terjadi?